~Kata Hikmah~

``Orang Beriman yang dipupuk semangat taqwa akan sentiasa yakin bahawa dalam keadaan apa sekalipun dia tidak akan melakukan perkara yang dilarang oleh Allah s.w.t' '

Friday, September 11, 2009

Keutamaan Puasa

1. Dalil :

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda:

"Setiap amal yang dilakukan anak adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, 'Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.' Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kasturi."

2. Bagaimana ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah?

Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal, seperti: dusta, kezaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya. Untuk itu, Nabibersabda : "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak perlu dengan puasanya dari makan dan minum." (HR. Al-Bukhari) .

Isi pernyataan ini, bahwa tidak sempurna ber-taqawub kepada Allah Ta'ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram. Dengan demikian, orang yang melakukan hal-hal yang haram kemudian ber-taqarrub kepada Allah dengan meninggalkan hal-hal yang mubah, ibaratnya orang yang meninggalkan hal-hal yang wajib dan ber-taqarrub dengan hal-hal yang sunat.

Jika seseorang dengan makan dan minum berniat agar kuat badannya dalam solat malam dan puasa maka ia mendapat pahala kerananya. Juga jika dengan tidurnya pada malam dan siang hari berniat agar kuat beramal (bekerja) maka tidurnya itu merupakan ibadah.

Jadi orang yang berpuasa sentiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya.Dikabulkan doanya ketika berpuasa dan berbuka. Pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar, sedang pada malam harinya ia adalah orang yang memberi makan dan bersyukur.

3. Syarat mendapat pahala puasa :

Di antara syaratnya, agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do'anya.Orang berpuasa adalah oarng yang berjihad.Perlu diketahui bahwa orang mukmin pada bulan Ramadhan melakukan dua jihad, yaitu :

    1. Jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa.
    2. Jihad pada malam hari dengan solat malam.
Barangsiapa yang memadukan kedua jihad ini, memenuhi segala hak-haknya dan bersabar terhadapnya, nescaya diberikan kepadanya pahala yang tak terhitung.Lihat Lathaa'iful Ma 'arif, oleh Ibnu Rajab, halaman 163,165 dan 183.

Keutamaan Bulan Ramadhan..

1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:

Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syaitan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:

"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkatan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlumba-lumbanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karana orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmatAllah di bulan ini. " (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya). , Al-Mundziri berkata: "Diriwayatkan olehAn-Nasa'i dan Al-Baihaqi, keduanya ari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pernah mendengar darinya."

3. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:

"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, iaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Syurga-Nya lalu berfirman (kepada Syurga),'Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.' " (HR. Ahmad)'" Isnad hadits tersebut dha'if, dan di antara bahagiannya ada nash-Nash lain yang memperkuatnya.

Tuesday, September 8, 2009

Renung-renungkanlah....


RASULULLAH bersabda, bermaksud: "Hai umatku, aku berwasiat kepada kamu sekalian dengan lima perkara:

“Pertama, perbanyakkan olehmu dengan menyebut Allah daripada menyebut manusia.

“Kedua, perbanyakkan olehmu dengan menyebut akhirat daripada menyebut dunia.

“Ketiga, perbanyakkan olehmu dengan menyebut kejahatan dirimu daripada kebaikannya.

“Keempat, perbanyakkan olehmu dengan menyebut mati daripada menyebut hidup.

"Kelima, perbanyakkan olehmu kecelaan dirimu daripada menyebut kecelaan manusia.”


Sabda Rasulullah lagi bermaksud: “Akan datang di atas umatku suatu masa, kasih mereka itu pada lima perkara dan lupa mereka itu juga lima perkara:

“Pertama, kasih mereka itu akan hidup dan lupa mereka itu akan mati.

“Kedua, kasih mereka itu akan harta dan lupa mereka itu akan hisab.

“Ketiga, kasih mereka itu akan mahligai dan lupa mereka itu akan kubur.

“Keempat, kasih mereka itu akan dunia dan lupa mereka itu akan akhirat.

“Dan kelima, kasih mereka itu akan makhluk dan lupa mereka akan Tuhan.”

Seterusnya, sabda Rasulullah bermaksud: “Adalah syurga itu Tuhan sediakan untuk orang yang berbuat taat walaupun dia hamba Habsyi sekalipun.

“Dan neraka itu Tuhan sediakan untuk orang yang berbuat maksiat kepada-Nya, walaupun dia ketua atau keturunan yang mulia.”

Memperbanyakkan Amalan di Bulan Puasa..

Assalamualaikum,ape khabar smue??

setelah sekian lme menyepi,akhirnya aq dapat meng-update blogku kembali..disini aq ingin mengajak diri ku serte smue rakan2 n sahabat2 sekalian mari kte sme2 meningkatkan ibadat kite pada bulan ramadhan yang mulia ini..kite luangkan sedikit mse dengan bertadarus,perbanyakkan mengingati Allah n perkara2 yang seangkatan dengannya..

mse ni jugak la kite boleh mencari malam yg sangat dicari-cari oleh umat nabi Muhammad S.A.W iaitu malam lailatulqadar..

seperti firman Allah:

..إناأنزلنه في ليلة القدر

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan..

Verily, We have sent it down in the Night of Al-Qadr..

oleh itu,mari kite sme2 mencari malam yang paling mulia disisi Allah taa'la...

SEBAB YANG MEMUDAHKAN BANGUN QIAMULLAIL

  • Sebab zahir
    • Tidak terlalu banyak makan dan minum, kerana banyak makan dan minum menggalakkan tidur dan memberatkan qiam
    • Tidak memberatkan badan di siang hari dengan kerja yang memenatkan badan dan menyebabkan stress, ia akan menggalakkan tidur
    • Jangan abaikan melakukan qailulah di siang hari kerana ia merupakan sunnah yang dapat membantu melakukan qiamullail
    • Tidak melakukan dosa di siang hari, ia akan mengeraskan jiwa dan menghalang berlaku sebab-sebam yang membawa kerihatan
  • Sebab-sebab batin
    • Selamatkan hati daripada hasad dengki terhadap mukmin, melakukan perkara bid`ah, angan-angan duniawi, ia tidak akan memudahkan bangun malam
    • Hidupkan perasaan takut dalam, jangan panjang angan-angan, berfikir tentang kegawatan akhirat, bayangkan azab neraka, semuanya akan menghilangkan keinginan tidur
    • Mempelajari keistimewaan qiamullail dengan mendengar ayat-ayat Quran, hadis dan athar sahabat
    • Cintakan Allah dan kuatkan iman bahawa dalam qiamnya dia tidak bercakap satu huruf kecuali bermunajat kepada Tuhannya dan Tuhannya pula melihatnya dan mengetahui apa yang tersirat didalam jiwa hambanya.